Referensi Utama Produk Halal Dunia | The Main Reference for World Halal Products
Home » Peraturan Keagenan HPAI | HPAI Code of Conduct

Peraturan Keagenan HPAI | HPAI Code of Conduct

BAB I UMUM | CHAPTER 1 GENERAL 


Pasal 1 Latar Belakang | Article 1 Background

PT Herba Penawar Alwahida Indonesia untuk selanjutnya disebut HPAI, menyadari pentingnya reputasi yang baik. Untuk memelihara reputasi yang baik dibutuhkan tanggung jawab dan profesionalisme tinggi dari setiap pelaku bisnis yang terlibat dikarenakan perusahaan Halal Network adalah bidang usaha yang berlandaskan pada kepercayaan dan kejujuran.

PT. Herba Penawar Alwahida, hereinafter referred to as HPAI, is aware of the importance of a good reputation. Therefore, being responsible and performing with high professionalism are the top priority of every businessperson involved in Halal Network company, which is a business based on trust and honesty.

Prinsip-prinsip usaha dari perusahaan adalah 1) tindakan yang bertanggung jawab dengan integritas yang baik berdasarkan norma Syariah Islam, 2) patuh dengan hukum dan peraturan yang berlaku, serta 3) menghormati norma-norma yang secara universal berlaku dan dipahami oleh masyarakat dunia. Agen perusahaan, yang untuk selanjutnya disebut Agen; sebagai salah satu pelaku bisnis Halal Network yang berpengaruh terhadap reputasi perusahaan harus dilengkapi dengan Peraturan Keagenan untuk menghindari benturan kepentingan, penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan informasi.

The ¬†company’s business principles obliged the businesspersons to perform ¬†responsible actions with high integrity while following Islamic Shariah norms, abide the laws and regulations, and respect the universal acceptable norms. Company agents or Agents, which affect the company’s reputation, should be equipped with the code of conduct to avoid conflict of interest, authority abuse and misuse of information.

Peraturan Keagenan ini ditujukan agar setiap Agen selalu bertindak dengan etis, konsisten dan penuh integritas sesuai dengan prinsip Perusahaan dalam membangun kepercayaan dari masyarakat. Selain itu, kepatuhan Agen terhadap Syariah Islam, hukum dan peraturan yang berlaku serta rasa hormat terhadap tradisi dan budaya Indonesia mencerminkan bahwa praktik penjualan akurat, lengkap, berimbang dan memenuhi etika standar. Dengan demikian Peraturan Keagenan ini wajib dipatuhi oleh setiap Agen dalam menjalankan profesinya.

The code of conduct is intended to make every Agent acts ethically and consistently with high integrity according to the company’s business principles in building public trust. Moreover, Agents’ compliance with Islamic Shariah, laws and regulations, and respect to Indonesia traditions and culture show that the sales are accurate, exhaustive, impartial, and meet the ethical standards. Thus, the Agency Regulations shall be obeyed by every Agent in their profession.

Pasal 2 Penjelasan Umum | Article 2 General 

Dalam Peraturan Keagenan ini yang dimaksud dengan :

  1. HPAI adalah perusahaan yang bergerak di bidang Usaha Perdagangan Produk dimana sistem atau cara pemasarannya dilakukan melalui kegiatan penjualan langsung melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan mitra usaha (Direct Selling) dengan konsep Halal Network.
  2. AGEN adalah perseorangan atau Badan Usaha atau Lembaga yang telah terdaftar menjadi distributor HPAI.
  3. AGEN AKTIF adalah agen yang secara resmi terdaftar di Perusahaan dan dalam waktu 6 (enam) bulan melakukan minimal 1 (satu) kali pembelian produk di Agenstok resmi HPAI.
  4. HALAL NETWORK adalah jaringan usaha halal dalam upaya menyediakan, memasarkan, dan mengkampanyekan Produk Halalan Thayyiban dalam rangka mewujudkan seluas-luasnya pasar produk halalan thoyyiban yang ilakukan secara bersama-sama para pihak yang tergabung dalam HPAI sesuai syariat Islam.
  5. Komisi Disiplin dan Etika (KODE) HPAI adalah Komisioner yang keanggotaannya terdiri dari perwakilan Agen (CELLS) dan Manajemen HPAI bertugas mengawal dan menegakkan disiplin peraturan keagenan HPAI. KODE HPAI di bawah pembinaan Dewan Syariah dan Dewan Direksi HPAI.
  6. Cooperation of Executive Loyal Leaders (CELLS) adalah lembaga atau badan atau organisasi resmi yang berada di bawah naungan HPAI sebagai perwakilan resmi seluruh Agen dan Leader Halal Network HPAI. Yang berfungsi sebagai organisasi Support System HPAI dan Lembaga Koordinasi para LED HPAI untuk sinergisasi dan harmonisasi gerak langkah LED dalam kaitan aktifitas bisnis di Halal Network HPAI maupun pengembangan potensi LED dan Agen HPAI.
  7. Loyal Executive Director (LED) adalah Agen HPAI dengan pangkat Executive Director (ED) yang setia hanya berbisnis network marketing di Halal Network HPAI, dan mencapai syarat Bonus dan Omset Grup, serta memenuhi standar kualifikasi karakter dan integritas kepribadian sesuai ketentuan yang berlaku. Persyaratan LED ditetapkan oleh Dewan Direksi HPAI berdasarkan musyawarah mufakat antara Dewan Direksi HPAI dan CELLS. Daftar LED ditetapkan oleh Surat Keputusan (SK) Dewan Direksi HPAI dan LED tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Bisnis Network Marketing lain. Bisnis Network Marketing adalah bisnis yang memberikan bonus atau komisi keuntungan kepada lebih dari satu level generasi.
  8. PRODUK adalah semua barang yang dipasarkan oleh Perusahaan.
  9. HARGA AGEN adalah harga Produk HPAI untuk Agen HPAI yang ditetapkan oleh perusahaan dan merupakan harga resmi produk yang dipublikasikan di semua media Perusahaan.
  10. HARGA KONSUMEN adalah harga produk HPAI untuk non Agen HPAI yang ditetapkan oleh Perusahaan dan merupakan harga resmi produk yang dipublikasikan di semua media Perusahaan.
  11. BONUS adalah reward pembagian keuntungan yang diberikan kepada Agen HPAI dengan cara pembelian pribadi atau target penjualan produk dalam satu bulan, berdasarkan akad Syariah al-Ju’alah (akad bonus bersyarat).
  12. ROYALTI adalah pembagian keuntungan dari HPAI kepada para Agen HPAI yang diambil dari Omset Poin Internasional, dan dibagikan sesuai ketentuan yang berlaku, berdasarkan akad Syariah al-Ju’alah (akad bonus bersyarat).
  13. TARGET PRESTASI (TP) adalah target prestasi yang didasarkan atas pembelian Agen HPAI berdasarkan pada konsep Syariah Islam yaitu akad al-Ju’alah (Akad Bonus Bersyarat; Bonus atau royalti diberikan jika syaratnya terpenuhi).
  14. POIN adalah istilah yang digunakan untuk satuan nilai yang diberikan kepada setiap produk yang digunakan untuk menentukan peringkat atau posisi, promosi dan royalti serta jumlah besaran bonus.
  15. AGENSTOK adalah Agen HPAI yang telah memenuhi persyaratan dan disetujui oleh perusahaan untuk melayani penjualan dengan mentaati peraturan yang ditentukan oleh Perusahaan.
  16. BUSINESS CENTER (BC) adalah pusat layanan bisnis dan kegiatan HPAI yang berlaku bagi semua Agen HPAI baik Agen atau jaringan dibawah Leader pemilik BC atau agen diluar jaringan pemilik BC.
  17. PROMO adalah mekanisme perusahaan untuk menggairahkan pasar dan menstimulasi kinerja prestasi para Agen HPAI, yang sifatnya berbatas waktu dan ditetapkan resmi oleh perusahaan.
  18. MITRA BISNIS INDEPENDEN adalah distributor produk-produk perusahaan melalui sebuah jaringan yang tunduk pada Peraturan Keagenan HPAI.
  19. MENTOR adalah Jalur Upline Aktif langsung seorang Agen HPAI.
  20. MITRA adalah Jalur Downline Aktif langsung seorang Agen HPAI.
  21. VENDOR adalah Perusahaan Supplier Produk PT HPAI yang memiliki ikatan kerjasama dalam penyediaan produk HPAI.

 The terms used in this Code of Conduct  are referred to as:

  1. HPAI is a company in the field of products trading business where the marketing system or method is done through a direct sales activities through network marketing developed by business partners (Direct Selling) with the concept of Halal Network.
  2. AGENT is an individual or a business venture or organization that has registered to be a distributor of HPAI.
  3. ACTIVE AGENT is an agent who is officially registered in the company and within 6 (six) months to make at least 1 (one) time of product purchase at the official HPAI stock agent.
  4. HALAL NETWORK is a network of halal business in an effort to provide, promote, and campaign Halalan Thayyiban products in order to create the widest possible product market halalan thoyyiban conducted jointly by the parties that are members of the HPAI according to Islamic law.
  5. HPAI Commission of Discipline and Ethics  (CODE) is a commissioner  consists of representatives Agent (CELLS) and HPAI Management, whose duty is to escort and discipline HPAI agency regulation. HPAI CODE is under the supervision of HPAI Sharia Board and Board of Directors.
  6. Cooperation of Executive Loyal Leaders (CELLS) is a body or agency or official organization under the authority of HPAI as the official representative of the entire HPAI Halal Network Agents and Leaders, which serves as the HPAI Support System organization and the HPAI LED Coordinating organization for synergy and harmonization steps in terms of LED business activity on HPAI Halal Network and  potential development of HPAI LEDs and Agents.
  7. Loyal Executive Director (LED) is an HPAI agent with the rank of Executive Director (ED) who exclusively do network marketing business in HPAI Halal Network, and reach the condition of Group’s business bonus and turnover, as well as meet the qualification standards of character and personal integrity in accordance with prevailing regulations. LED requirements are set by the HPAI Board of Directors based on the consensus agreement between HPAI Board of Directors and CELLS. LED list is established by Decree (SK) of the Board of Directors of HPAI and LEDs are not involved either directly or indirectly with other Network Marketing Business. Business Network Marketing is a business that provides a bonus or commission profits to more than one generation level.
  8. PRODUCT referred to all goods marketed by the company.
  9. CONSUMER PRICE is the price of HPAI products for non-HPAI Agents which set by the Company and is the official price of the products published in all company media.
  10. AGENT PRICE is the price of HPAI products for HPAI Agents which set by the Company and is the official price of the products published in all company media.
  11. BONUS is a profit sharing reward given to HPAI Agent through personal purchase or product sales target in a month, based on the principles of Sharia al-Ju’alah (conditional bonus contract).
  12. ROYALTY is a profit sharing from HPAI to HPAI Agents taken from International Points Turnover, and distributed according to the prevailing regulations, based on the principles of Sharia al-Ju’alah (conditional bonus contract).
  13. ACHIEVEMENT TARGET (AT) is ¬†target achievement based on the purchase of HPAI agent based on the concept of Islamic Sharia; contract al-Ju’alah (Conditional Bonus Contract). Bonus or royalties will be given when the conditions are met).
  14. POINTS is a term used for the unit value assigned to each product used to classify a rank or position, promotion, and royalties as well as the amount of bonus.
  15. AGENTS STOCK is HPAI agent who meets the requirements and is approved by the company to serve the sales by complying with the regulations prescribed by the company.
  16. BUSINESS CENTER (BC) is HPAI business services and activities center for all HPAI agent, either the agent or network under the Leader who owns the BC or agent outside the BC’s owner’s network.
  17. PROMOTION is the company system to stimulate the market and HPAI agent performance on achievements, that are timeless and officially designated by the company.
  18. INDEPENDENT BUSINESS PARTNER is a distributor of company products through a network that abides HPAI code of conduct.
  19. MENTOR is a direct active upline Line direct of one HPAI agent.
  20. PARTNERS is a direct active downline line of one HPAI Agent.
  21. VENDOR is products supplier company which PT. HPAI has ties of cooperation in supplying HPAI products.

 

Pasal 3 Tujuan | Article 3 Objectives 

Peraturan Keagenan ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Sebagai pedoman dan panduan bagi para Agen dalam menjalankan hak dan kewajibannya;
  2. Mengatur hubungan antara HPAI dengan para Agen;
  3. Mengatur hubungan antar sesama Agen;d. Melindungi dan menjaga kepentingan HPAI dan para Agen;
  4. Mengatur hubungan antar Agen dengan Konsumen.

The code of conduct is designed with following objectives:

  1.      As the guidelines and guidance for agents in carrying out their rights and obligations;
  2.      To regulate the relationship between HPAI and HPAI agents;
  3.      To regulate the relationships among agents;
  4.      To protect and retain the interests of HPAI and HPAI Agents;
  5.      To regulate the relationship between agent and consumer.

 

BAB II AGEN | CHAPTER II AGENT

Pasal 4 Menjadi Agen | Article 4 Become an Agent

  1. Pemohon yang dapat menjadi Agen adalah perseorangan atau Badan Usaha atau lembaga. Untuk pemohon yang berbentuk Badan Usaha atau lembaga diatur sebagai berikut :
    1. Badan usaha atau lembaga harus diwakili oleh salah seorang pimpinan yang sedang menjabat di badan usaha atau lembaga tersebut;
    2. Berlaku atas wakil badan usaha atau lembaga tersebut peraturan keagenan HPAI.
  2. Untuk menjadi Agen harus disponsori oleh seseorang atau badan usaha atau lembaga yang telah dan masih menjadi Agen.
  3. Pemohon wajib mengisi dan melengkapi Formulir Pendaftaran Agen resmi yang disediakan oleh HPAI. Formulir wajib diisi dengan lengkap dan benar.
  4. Seorang calon agen yang telah mengisi dan menandatangani Formulir Pendaftaran Agen resmi, berarti Agen tersebut telah sepakat untuk mematuhi ketentuan yang terdapat dalam peraturan keagenan ini berikut perubahan-perubahan yang dilakukan dari waktu ke waktu. Dan pemohon dianggap sah sebagai Agen setelah mendapatkan Nomor Agen HPAI.
  1. An Applicant that can be an agent is an individual or business venture or organization. Applicant in form of business venture or organization applicant is regulated as follows:
    1. The business venture or organization must be represented by its leader/chief in charge;
    2. HPAI code of conduct also applies to the business venture or organization’s representative.
  2. Applicant(s) has to be sponsored by an individual or by a business venture or by an organization which is HPAI active agent.
  3. Applicant(s) must correctly and completely fill out the application form provided by HPAI official agent.
  4. By filling out and signing the official agent application form, the prospective agent has agreed to comply with the agency regulations and any possible changes from time to time. The applicant is considered as a valid Agent after receiving HPAI Agent Number.

 

Pasal 5 Pendaftaran Agen | Article 5 Agent Registration

  1. Pemohon (calon Agen) harus sudah berusia 17 (tujuh belas) tahun dan atau sudah pernah menikah dan telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada saat permohonan diajukan.
  2. Pemohon akan dikenakan biaya pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Nama Agen harus sama dengan nama yang tercantum di rekening Bank Agen yang bersangkutan.
  4. Apabila Agen tidak menggunakan rekening Bank sendiri, maka Agen tersebut wajib menyertakan surat pernyataan.
  5. Apabila data rekening Bank, alamat atau Sponsor tidak lengkap, maka Perusahaan berhak untuk menolak keanggotaan Agen tersebut.
  6. Dilarang dengan alasan apapun mendaftarkan ulang Agen aktif.
  1. The applicant (prospective agent) must be aged 17 (seventeen) and or has been married and have had a national identity card (KTP) at the time the application is submitted.
  2. The applicant(s) will be charged a registration fee under the regulations.
  3. The Agent(s)’ name must match the Agent(s)’ bank account holder name.
  4. If the Agent(s) use another bank account aside of their own, the Agent(s) must include a statement letter.
  5. If the bank account data, address or sponsor is not complete, the Company reserves the right to reject the Agent(s)’ membership.
  6. Re-registering an active agent is prohibited.

 

Pasal 6 Hak dan Kewajiban Agen |  Article 6 Rights and Obligations of HPAI Agents

  1. Agen berhak :
    1. Mengikuti segala pelatihan yang diselenggarakan Perusahaan dan CELLS atau lintas jaringan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku;
    2. Mendapatkan harga agen dan poin untuk setiap pembelian produk HPAI;
    3. Mendapatkan bonus dan royalty sesuai target prestasi yang ditetapkan perusahaan;
    4. Mendapatkan promo sesuai dengan ketentuan perusahaan.
  2. Agen berkewajiban :
    1. Menjaga nama baik Perusahaan;
    2. Mentaati Peraturan Keagenan HPAI;
    3. Mengikuti dan menjalankan Support System HPAI;
    4. Menerapkan nilai-nilai akhlaqul karimah.
  1. HPAI Agents have the rights to:
    1. Participate in all training organized by the Company and CELLS or cross-network according to the terms and conditions;
    2. Get the special Agent price and points for every HPAI products purchase;
    3. Obtain bonuses and royalties in accordance achievement targets set by the company;
    4. Get promotion according to the company provisions.
  2. HPAI agents are obliged to:
    1. Maintain the company’s good reputation;
    2. Abide the HPAI Code of conduct;
    3. Follow the HPAI Support System;
    4. Hold the values of akhlakul karimah.

 

Pasal 7¬†Kedudukan Agen |¬†Article 7 Agent’s Position in the Company

  1. Kedudukan Seorang Agen adalah mitra bisnis independen dengan HPAI.
  2. Seorang Agen tidak memiliki hubungan kerja kepegawaian dengan HPAI.
  3. Agen tidak boleh mewakili HPAI dalam suatu penawaran kerja kepada pihak lain.
  4. Agen tidak berwenang melakukan tindakan hukum atas nama HPAI dengan pihak lain.
  5. Agen HPAI tidak boleh menggunakan Logo dan Nama HPAI dalam tulisan atau pun media apapun tanpa izin tertulis dari Manajemen PT HPAI.
  6. Agen HPAI hanya boleh membeli produk HPAI Dari AgenStok dan atau Business Center HPAI.
  7. Agen HPAI dilarang keras melakukan hubungan usaha atau hubungan kerja, baik langsung maupun tidak langsung dengan pihak Vendor HPAI ataupun Pabrik Produk HPAI.
  1. The agent’s position in the company is an independent business partner with HPAI.
  2. An agent does not have an employment relationship with HPAI.
  3. Agent can not offer a job to other parties on behalf of HPAI.
  4. Agents are not authorized to take a legal action to other parties on behalf of HPAI
  5. HPAI Agents are forbidden to use HPAI logo and name in writing or any media without written permission from PT. HPAI management.
  6. HPAI Agents can only buy HPAI products from Stock Agent and or HPAI Business Center.
  7. HPAI agent is strictly forbidden to have business or employment relationship, either directly or indirectly with the Vendor or Products Factory of HPAI.

 

Pasal 8 Larangan Keanggotaan Ganda | Article 8 Multiple Membership Prohibition

  1. Setiap Agen dilarang memiliki nomor Agen lebih dari satu.
  2. Dalam hal ditemukan nomor Agen lebih darisatu, maka Perusahaan berwenang menentukan nomor Agen tersebut yang masih aktif dan menonaktifkan nomor Agen yang tidak aktif.
  3. Seorang Agen yang melakukan pendaftaran ulang atas Agen aktif dianggap tidak sah, sehingga nomor keagenan yang baru hasil daftar ulang otomatis dibatalkan.
  4. Seorang Agen tidak dapat mengajukan pengunduran diri sebagai Agen HPAI sebelum pengunduran dirinya diketahui oleh Mentor aktif terdekat. Dalam hal pengajuan pengunduran diri Agen, Perusahaan berwenang untuk menerima atau menolak.
  1. Every agent is forbidden to own more than one agent number.
  2. If the company find agent(s) own more than one agent number, the company reserves the right to decide which agent number to remain activated and disabled the inactive number(s).
  3. A registration that is submitted as an active agent re-registration is considered invalid. Thus, the new registered agent number will automatically be canceled.
  4. An agent can not submit a resignation letter before the resignation is acknowledged by the nearest active Mentor. The Company is authorized to accept or reject the submission of Agent resignation.

 

Pasal 9 Pewarisan Keagenan | Article 9 Inheritance of Agency

  1. Jika Seorang Agen meninggal dunia, maka keagenannya otomatis beralih kepada ahli warisnya. Dalam hal ahli waris keagenan mengikuti hukum waris secara Syariah Islam. Bukti kematian Agen HPAI secara administrastif ditandai dengan Surat Kematian dan daftar ahli waris harus mendapatkan persetujuan dari Manajemen HPAI. Dalam hal ini HPAI akan berupaya semaksimal mungkin agar semua ahli waris mendapatkan hak dan bagiannya sesuai aturan yang berlaku. Adapun status Nomor ID HPAI dan Nama Agen HPAI yang meninggal tetap berlaku, dengan nama Agen HPAI ditambahkan ALMARHUM (ALM) atau ALMARHUMAH (ALMH) dibelakang namanya.
  2. Apabila terjadi sengketa oleh pihak lain perihal pewarisan ini maka HPAI akan mengikuti keputusan akhir dari pengadilan. Selama dalam proses penyelesaian sengketa, keagenan dapat diambil alih sementara oleh HPAI sampai mendapat keputusan hukum yang tetap.
  3. Apabila Penerima waris juga meninggal dunia, maka HPAI akan menunjuk ahli waris terdekat sesuai dengan Ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia atau berdasarkan hasil musyawarah para ahli waris yang ada, dan hal ini akan dibuat di hadapan Notaris.
    Dalam hal pewarisan keanggotaan ini, maka segala hadiah dan fasilitas, seperti : PIN, reward, hadiah promo, dan lain sebagainya, dapat dipindahtangankan kepada penerima warisan.
  1. If an agent pass away, the agency status will be automatically passed to his/her heirs. In the case of eligible heirs, it will follow the law of inheritance in Islamic Sharia. The administrative proof of death of an HPAI agent is marked by the death certificate and the list of heirs must get approval from the HPAI Management HPAI. In this case, HPAI will do everything possible, so that all heirs have the right and portion according to the regulations. The status of the ID number and name of HPAI agent who passed away remain valid, with an addition of ALMARHUM (ALM) or ALMARHUMAH (LMH) behind the deceased.
  2. If there is a dispute with other parties regarding the agency inheritance, then HPAI will follow the court final decision. During the dispute settlement process, HPAI can take over the agency temporarily until the permanent legal decision given.
  3. If the heirs or beneficiaries also passed away, HPAI will appoint a member from the next kin of the deceased agent in accordance with the legal law in Indonesia or based on the consensus of the heirs, and it will be made before a notary.

 

Pasal 10 Hibah Keagenan | Article 10 Grants of Agency

Seorang Agen boleh menghibahkan status keagenannya kepada orang lain dengan persetujuan perusahaan.

An agent may grant his/her agency status to another person with the company consent.

 

 

BAB III AGEN STOK | CHAPTER III STOCK AGENT


Pasal 11 Menjadi Agen Stok | Article 11 Become a Stock Agent

  1. Pemohon yang dapat menjadi Agen Stok adalah setiap Agen HPAI yang telah memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.
  2. Jenjang niaga dalam Agen Stok HPAI sebagai berikut; Stock Center (SC), Distribution Center (DC), dan Agency Center (AC).
  3. Agen yang mengajukan permohonan untuk menjadi Agen Stok wajib mengisi Formulir resmi Agen Stok sesuai pengajuan jenjang niaganya.
  4. Persetujuan kelulusan permohonan menjadi Agen Stok menjadi kewenangan penuh Perusahaan.
  1. Every HPAI agent who met the terms and conditions is eligible to become a stock agent.
  2. The commercial level of HPAI stock agent is described as follow: Stock Center (SC), Distribution Center (DC), dan Agency Center (AC).
  3. The agent who applies to become a stock agent must fill out the official stock agent application form that matched with the agent’s commercial level.
  4. The approval of stock agent application is under the full authority of the company.

 

Pasal 12 Kewajiban Agen Stok | Article 12 Stock Agent Obligation

  1. Agen stok wajib menjual produk sesuai harga resmi dan berpoin;
  2. Agen stok wajib melakukan input setiap transaksi penjualan sesuai dengan nomor Agen yang membeli produk di Agen stok tersebut secara amanah;
  3. Agen stok dilarang memanipulasi penjualan yang dapat menyebabkan kerugian pihak lain;
  4. Agen stok dilarang melakukan penimbunan produk yang berdampak pada penjualan produk dengan harga tidak wajar, baik harga lebih tinggi atau harga lebih rendah;
  5. Agen stok dilarang mendaftarkan keanggotaan fiktif.
  1. A stock agent is obliged to sell products according to the official price and point;
  2. A stock agent is obliged to input each sales transaction record matched with the agent’s number who purchase the products with trustworthiness (Amanah);
  3. A stock agent is prohibited from manipulating sales which can cause loss to others;
  4. A stock agent is prohibited from stockpiling products which can cause the products sales in unreasonable price; whether the price becomes higher or lower;
  5. A stock agent is prohibited from registering a fictitious or fake membership.

 

Pasal 13 Kedudukan Agen Stok | Article 13 Stock Agent Position

Kedudukan Agen Stok berdiri sendiri, tidak mempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan.

A stock agent position is to stand alone; does not have any employment relationship with the company.

 

Pasal 14 Garansi Uang Kembali bagi  Agen Stok | Article 14 Cashback Warranty for Stock Agent

Sesuai dengan peraturan yang berlaku terkait ijin Usaha Penjualan Langsung atau Berjenjang maka Perusahaan menerapkan Garansi Uang Kembali atas aktifitas Agen sebagai Agenstok, yaitu:

  1. Agen yang telah berhenti dari Agenstok.
  2. Tanggal Invoice yang dikeluarkan adalah dalam waktu 6 bulan dari tanggal pembelian.
  3. Produk yang ingin dikembalikan masih dapat digunakan untuk dijual kembali.
  4. Bonus-bonus Anggota yang dibayar, hasil dari penjualan produk-produk tersebut akan dikurangi dari jumlah nilai produk.
  5. Pihak Perusahaan akan mengeluarkan potongan sebanyak 5% (lima perseratus) dari jumlah nilai produk yang dikembalikan.
  6. Pembayaran akan dilakukan 1 (satu) minggu setelah dikembalikannya produk ke perusahaan.

According to the regulation regarding the multilevel or direct-selling business, the company applies the cash back warranty regulation based on the activities of the agent as a stock agent which are: 

  1. Cashback for an agent who resigned from a stock agent.
  2. Cashback for the invoice with issued date is within 6 months from the date of purchase.
  3. Cashback for products that want to be returned but can still be used for resale.
  4. Cashback for the paid member bonuses. The product sales revenue will be deducted from the sum of the products value.
  5. The company will issue 5% (five percent) discount from the sum of returned products value.
  6. Cashback will be paid 1 (one) week after the products are returned to the company.

 

Pasal 15 Business Center (BC) dan Pusat Agensi (PA) | Article 15 business center (BC) and Central Agency (PA)

  1. Persyaratan menjadi BC dan atau PA, mengikuti syarat dan ketentuan yang dikeluarkan oleh Manajemen HPAI.
  2. BC dan PA sebagai penyedia (Supplier) Produk-produk HPAI, maka wajib menjadi teladan tertinggi standar pelayanan AgenStok dan BC.
  3. BC dan PA dilarang keras menjual produk dari MLM/Bisnis Network Marketing lain.
  4. BC dan PA dilarang keras terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan aktivitas dari MLM/Bisnis Network Marketing lain.
  5. BC dan PA dilarang keras menjual produk perusahaan lain yang menjadi Core Business HPAI dan produk yang serupa/sejenis dengan Produk HPAI. (Contoh: Madu, Sari Kurma, Sabun, Pasta Gigi, Habbasauda, Zaitun, dan lain-lain).
  1. The requirements to become a BC and or PA following the terms and conditions issued by the HPAI Management.
  2. BC and PA are provider/supplier of HPAI products. Thus, both must be an example of the highest standards of  Stock agent and BC service.
  3. BC and PA are strictly forbidden to sell products of other MLM / Network Marketing Business.
  4. BC and PA are strictly forbidden to get involved either directly or indirectly with the activities of other MLM / Network Marketing Business.
  5. BC and PA are strictly prohibited from selling other company products that are HPAI Core Business and similar products to HPAI products, for example, Honey, Dates Extract, Soap, Toothpaste, Habbasauda, Olives, etc.

 

Pasal 16 Harga Produk, Poin, & Promo | Article 16 Product Price, Point, & Promotion

  1. Harga Produk dan Poin Produk ditentukan oleh Manajemen HPAI, dan pembelian dilakukan secara tunai/kontan pada Kantor Pusat HPAI, AgenStok dan atau Business Center HPAI.
  2. Agen HPAI berhak membeli Produk HPAI dengan Harga Agen dan berpoin.
  3. Setiap Agen, AgenStok Dan Business Center HPAI harus melakukan jual beli Produk sesuai dengan harga dan Poin yang telah ditetapkan, tanpa mengurangi ataupun menambah.
  4. Tidak diperbolehkan menjual kepada Konsumen (Non Agen HPAI) dengan Harga Agen, kecuali jika konsumen tersebut mendaftar sekaligus menjadi Agen HPAI.
  5. Promo Marketing adalah Hak Otoritas penuh Manajemen HPAI. Agen HPAI dilarang membuat Promo Marketing yang bersifat massif tanpa persetujuan Manajemen HPAI.
  6. Setiap Agen, AgenStok dan Busniness Center HPAI tidak boleh membuat Promo yang mengubah Harga dan Poin Produk, kecuali promo yang telah ditetapkan oleh Manajemen HPAI.
  7. Setiap Agen, AgenStok dan Business Center HPAI tidak boleh memperjualbelikan Poin tanpa Produk dalam bentuk dan cara apapun.
  1. Product prices and points are decided by HPAI management. Purchases made by cash at the head office of HPAI, HPAI Business Center, and or Stock Agent.
  2. HPAI agents have the right to purchase HPAI products with agent price and get point.
  3. Every agent, stock agent, and HPAI business center must use product price and point specified by the company without adding or reducing any when sale-purchasing products.
  4. Unless the consumer applying as new HPAI agent as well, it is not allowed to sell the product to the nonHPAI-agent consumer with agent-price.  
  5. HPAI Management has full right over Marketing Promotion. Thus, HPAI agents are not allowed to make massive promotion without HPAI Management approval.
  6. Every agent, stock agent, and HPAI business center are not allowed to make any promotion that changing the product price and point, except for promotion had been set by HPAI management. 
  7. Every agent, stock agent, and HPAI business center are not allowed to sell or purchase point without product in any form and way.

 

 

BAB IV DISIPLIN HPAI SUPPORT SYSTEM | CHAPTER IV HPAI SUPPORT SYSTEM DISCIPLINE


Pasal 17 | Article 17

  1. HPAI Support System (SS) adalah metode atau konsep atau cara kerja Agen HPAI untuk mencapai kesuksesan Bisnis di Halal Network HPAI dalam SATU SISTEM KERJA yang terintegrasi di bawah otoritas CELLS HPAI.
  2. HPAI SS baik secara konsep, aplikasi, dan aturan disiplin berada sepenuhnya di bawah otoritas CELLS.
  3. HPAI SS tunduk pada Peraturan Keagenan Agen HPAI.
  4. Agen HPAI wajib mengikuti dan taat azas atas pelaksanaan HPAI SS. Dan Agen HPAI tidak diperbolehkan membuat program, kegiatan, dan atau kreatifitas marketing di luar HPAI SS yang telah ditetapkan.
  5. Promo, Penghargaan, dan Back Up Marketing hanya diberikan kepada Agen HPAI yang menjalankan HPAI SS dengan benar dan taat Azas Disiplin HPAI SS.
  1. HPAI support system (SS) is a method or concept or workings of HPAI agents to achieve success business in HPAI Halal Network in ONE WORKING SYSTEM which integrated under the authority of HPAI CELLS.  
  2. HPAI SS is under the authority of CELLS in concept, application, and discipline regulation.
  3. HPAI SS is subject to HPAI Code of conduct.
  4. HPAI agents are obliged to follow and obey the implementation principle of HPAI SS and forbidden from creating any programs,  events, and or marketing creative media other than those provided in HPAI SS.
  5. Promotions, awards, and marketing backups are granted only for HPAI Agent who use HPAI SS properly and obey HPAI SS disciplinary principles.

 

 

BAB V PELANGGARAN DAN SANKSI | CHAPTER V VIOLATIONS AND PENALTIES

Pasal 18 Pelanggaran | Article 18 Violations

  1. Pelanggaran Berat adalah jika memenuhi salah satu atau sebagian atau keseluruhan dari kategori pelanggaran berat sebagai berikut :
    1. Agen atau Agen stok yang melakukan tindakan melawan hukum Agama dan Negara yang merugikan perusahaan;
    2. Agen yang melakukan tindakan mempengaruhi, memprovokasi dan mengajak Agen lain untuk ikut bisnis network marketing lain;
    3. Agen atau Agen stok yang melakukan tindakan dengan mengatasnamakan Perusahaan dan merugikan Pihak lain;
    4. Agen yang membuat perjanjian dengan pihak-pihak partner HPAI seperti : vendor, ekspedisi dan lainnya yang dapat/berpotensi merugikan Perusahaan;
    5. Agen yang bersekongkol untuk melakukan pelanggaran atas butir-butir peraturan keagenan seperti : menjual harga tidak wajar di bawah harga resmi, melakukan penimbunan dan mendaftarkan keanggotaan fiktif;
    6. Melakukan pelanggaran berulang-ulang atas pelanggaran mengurangi sebagian atau seluruh Hak Agen, dan atau tidak menjalankan Kewajiban sebagai Agen HPAI yang berdampak pada kerugian pihak lain, dan pelanggar sebelumnya telah menerima Surat Peringatan ke-2 (SP-2) untuk kasus yang sama.
  2. Pelanggaran Sedang adalah jika memenuhi salah satu atau sebagian atau keseluruhan dari kategori pelanggaran sedang sebagai berikut :
    1. Setiap Agen atau agen stok yang melakukan pelanggaran atas butir-butir peraturan keagenan seperti : menjual harga tidak wajar di bawah harga resmi, melakukan penimbunan dan mendaftarkan keanggotaan fiktif;
    2. Agen atau Agenstok melakukan tindakan promosi perusahaan yang melebihi batas sehingga keluar dari norma-norma syariah;
    3. Menyatakan diri sebagai karyawan atau bagian dari organisasi perusahaan tanpa ijin Perusahaan;
    4. Bertindak mewakili perusahaan dalam suatu kegiatan, pembuatan perjanjian, wawancara dan atau promosi dalam bentuk apapun yang tidak mendapat ijin tertulis dari perusahaan;
    5. Melakukan pelanggaran berulang-ulang atas pelanggaran mengurangi sebagian atau seluruh Hak Agen, dan atau tidak menjalankan Kewajiban sebagai Agen HPAI yang berdampak pada kerugian pihak lain, dan pelanggar sebelumnya telah menerima Surat Peringatan ke-1 (SP-1) untuk kasus yang sama.
  3. Pelanggaran Ringan adalah melakukan pelanggaran berupa mengurangi sebagian atau seluruh Hak Agen lain, dan atau tidak menjalankan Kewajiban sebagai Agen HPAI yang berdampak pada kerugian pihak lain, dan sebelumnya Agen pelanggar telah menerima sanksi berupa Peringatan Teguran Lisan yang tercatat oleh KODE untuk kasus yang sama.
  1. Serious Violation is if it meets one or part or the whole of the category of violations as follows:
    1. Agent or stock agent who perform unlawful actions against Religion and State that harm the company;
    2. Agents who perform actions of affecting, provoking and encouraging other agents to join another network marketing business;
    3. Agents who perform actions that harm other parties on behalf of the company;
    4. Agents who made agreement with HPAI partner parties such as vendor, expeditions, and any other which can or potentially harming the company;
    5. Agents who conspire to commit a violation of the code of conduct as selling product in unreasonable price below the official prices, hoarding products and registering a fictitious membership;
    6. Doing repeated acts of violation which reduce¬†part or all of Agent’s right, and or not doing obligation as HPAI agent that impact on the loss of others, and offenders ¬†who previously had received a 2nd Warning Letter (SP-2) for the same case.
  2. Moderate Violation is if it meets one or part or the whole of the category of violations as follows:
    1. Every Agent who commit a violation of the code of conduct as selling product in unreasonable price below the official prices, hoarding products and registering a fictitious membership;
    2. Every Agent who perform acts of excessive company promotion that out of Sharia norms;
    3. Declare him/herself as an employee or a part of company organization without company consent;
    4. Acting on behalf of the company in an event, agreement making, interviews and or promotion in any form that does not get written permission from the company;
    5. Doing repeated acts of violation which reduce¬†part or all of Agent’s right, and or not doing obligation as HPAI agent that impact on the loss of others, and offenders ¬†who previously had received a 1st Warning Letter (SP-1) for the same case.
  3. Light violation is performed acts of violation which reduce part or all of other agent’s right, and or not doing obligation as HPAI agent that impact on loss of other, and the offender previously has received VERBAL WARNING recorded by CODE for the same case.

 

Pasal 19 Sanksi | Article 19 Sanctions

  1. Perusahaan Atas dasar keputusan dari KODE berhak sepenuhnya untuk memberikan Sanksi.
  2. Pemberian Sanksi dilakukan setelah KODE melakukan proses investigasi, permintaan keterangan dan penjelasan dari para pihak dan saksi, dan terbukti secara sah dan meyakinkan adanya pelanggaran Peraturan Keagenan.
  3. Sanksi diberikan sesuai berat dan nilai dampak dari pelanggaran, yaitu;
    1. Teguran Lisan yang tercatat dalam adminsitrasi KODE, dapat disertai dengan sanksi disiplin dari KODE.
    2. Surat Peringatan ke-1 (SP-1), dan dapat disertai dengan sanksi disiplin dari KODE.
    3. Surat Peringatan ke-2 (SP-2), dan dapat disertai dengan sanksi disiplin dari KODE.
    4. Surat Pencabutan Keagenan HPAI.
    5. Teguran Lisan, SP-1, dan SP-2 bukanlah tahapan sanksi, sehingga KODE berhak jika dianggap perlu karena beratnya pelanggaran untuk langsung memberikan sanksi yang dianggap sebagai pelanggaran berat.
  4. KODE dapat mengeluarkan teguran lisan atau Surat Peringatan untuk pelanggaran ringan.
  5. Dalam hal KODE mengeluarkan Surat Peringatan untuk Agen yang melanggar, maka perlu diketahui oleh Perusahaan, Dewan Syariah dan BPH CELLS HPAI.
  6. Setiap Agen atau Agen Stok yang melanggar Peraturan Keagenan yang berlaku akan dikenakan sanksi berupa :
    1. Tidak mendapatkan bonus;
    2. Perusahaan berhak mencabut status penghargaan yang telah atau akan diberikan;
    3. Perusahaan berhak mencabut keagenannya setiap saat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu; dan
    4. Setiap Agen yang keanggotaannya telah dicabut, diberlakukan ketentuan tidak akan mendapatkan kompensasi dalam bentuk apapun.
  1. On the basis of the decision of CODE, the company fully entitled to give sanctions.
  2. Sanctions are given after CODE done the process of investigation, request for information and explanations from the parties and witnesses, and violations proven legally and convincingly.
  3. Sanctions are given depend on the weight and impact of the violation which explained as follows:
    1. The VERBAL WARNING which recorded in CODE administration is possibly issued together with disciplinary sanction from CODE.
    2. 1st WARNING LETTER (SP-1) possibly issued together with disciplinary sanction from CODE.
    3. 2nd WARNING LETTER (SP-2) possibly issued together with disciplinary sanction from CODE.
    4. Letter of Revocation of HPAI Agency.
    5. The verbal warning, 1st warning letter, and 2nd warning letter are not stages of sanction. Thus, if necessary CODE reserves the right to immediately give sanction for the serious violation.
  4. CODE can issue the verbal warning or warning letter for acts that included in light violation category.
  5. In the matter of CODE issuing warning letter for those who violated the regulation, it has to be known by the company, the board of sharia, and HPAI BPH CELLS.
  6. Every agent and stock agent who violated the code of conduct will be given sanctions as follows:
    1. Agent will not get any bonus;
    2. The Company reserves the right to revoke reward status that has been or will be granted;
    3. The Company reserves the right to revoke his/her agency at any time without prior notice; and
    4. Every agent whose membership has been revoked will not be compensated in any form.

 

BAB VI PENUTUP | CHAPTER VI CLOSING

Pasal 20 | Article 20

  1. Perusahaan memiliki atau mempunyai hak mutlak untuk mengubah atau memperbaharui Peraturan Keagenan apabila dianggap perlu, tanpa perlu adanya persetujuan dari Agen dan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Agen.
  2. Seluruh ketentuan sebagaimana termaksud dalam Peraturan Keagenan merupakan kesepakatan mutlak antara Para Pihak.
  3. Peraturan Keagenan ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Formulir Pendaftaran Agen HPAI.
  1. The Company reserves the absolute right to change or renew Regulatory Agency when necessary without the consent of the Agent and advance notice to the Agent.
  2. All the provisions defined in Regulation Agency is an absolute agreement between the Parties.
  3. The code of conduct is an inseparable part of HPAI Agents Registration Form.

 

 

SUSUNAN ORGANISASI KODE (Komisi Disiplin dan Etika) HPAI |

The organizational structure of HPAI CODE ( Committee of Ethics and Discipline)

 

Dewan Pertimbangan KODE | CODE Board of Advisory 

Komisioner KODE | CODE Comissioner

 

 

PENGADUAN & KONSULTASI | COMPLAINTS & CONSULTATION

Aduan dugaan pelanggaran dan atau konsultasi KODE ETIK, silahkan dikirim secara tertulis lengkap dengan kronologis via email ke :

For complaint of alleged violations and or consultation of ethical code, please send it in writing complete with chronology via email to:

kode@hpaindonesia.net

Contoh dugaan pelanggaran KODE ETIK Agen HPAI dan LED HPAI :

Examples of alleged ethical code violation by HPAI agent and LED agent:

Respon administrasi atas aduan akan dikeluarkan oleh Sekretariat KODE selambat-lambatnya 3 x 24 Jam (dalam hari kerja) sejak aduan tersebut diterima.

The administrative response of complaints will be issued by the CODE Secretariat no later than 3 x 24 hours (on working days) from the complaint is received.

can u buy viagra over the counter in spain The size of uterine leiomyomas is variable, ranging from microscopic to large tumors that fill the abdomen. Doctorsinfoweb. pplasolana.es/rtj-60289/ If the fibroids get large enough, the pressure and discomfort they cause may occur at any time. http://modsquadcycles.com/tho-62434/ http://nccja.org/fwb-68310/ Fibroids may be single or multiple clusters on the uterus. viagra 2.5 mg price comparison Be the first to discuss this product with the community. These reports demonstrate that women can conceive and carry a pregnancy successfully to term after uae. Html 31. Wolfgang jaegel's top article generates over 165000 views. alcohol with viagra use qual o melhor viagra viagra viagra Read more tumor infertility uterine artery embolization uterine fibroids medlineplus. What will happen from here is still a mystry. viagra users experiences Researchers continue to collect evidence indicating how natural processes of scarring and wound healing go awry. 200827:421acirceuroldquo433. http://raav.org.au/exv-68304/ So making an early diagnosis of parkinsons disease, i think will be come i... Fibroids are noncancerous growths of the uterus that often appear during your childbearing years.
  • Copyright ¬© 2014 HERBA PENAWAR ALWAHIDA INDONESIA. All Rights Reserved